By: Admin | Mon, 24-Apr-12
Hallo sobat, apakah lo ngerasa sebagai cowo yang romantis? Atau ingin belajar menjadi romantis? Seiring dengan semakin maraknya film-film romantis dan lagu-lagu mellow yang didendangkan oleh para musisi tanah air, semakin banyak pula para kaum adam yang terinspirasi untuk belajar menjadi seorang cowo Romantis.
Trend inipun semakin meluas tanpa pandang bulu, mempersempit pemahaman para cowo tentang memulai sebuah hubungan dengan cewe. Memberikan ilusi pada mereka, bahwa dengan bersikap romantis maka akan tercipta sebuah jalan pintas untuk sebuah keberhasilan dalam kehidupan romansa, Special thanks to the medias! Berkat media, yang selalu mensimbolisasikan romantisme dengan bunga mawar, puisi dan lagu, cincin berlian, dan kata- kata indah belaka, para cowo menjadi semakin jauh dari kehidupan romansa yang sehat dan berkualitas.
Beberapa cowo menghabiskan banyak uang untuk membelikan bunga dan cincin untuk wanita yang mereka sukai, beberapa cowo memeras otak mereka hanya untuk merangkai puisi indah untuk wanita yang mereka cintai.
Beberapa cowo membuang waktu berharga mereka menunggu bertahun-tahun untuk membuktikan ketulusan pada wanita yang mereka sukai.
Dan tentunya, beberapa cowo tewas secara fisik atau mental, ketika mengetahui semua itu ternyata gagal total..!!! Ditambah dengan kasus-kasus tipikal lainnya. Budaya romantisme ini sudah memakan begitu banyak korban kaum adam.
Lalu kesalahan apa sih yang membuat romantisme yang dilakukan para cowo modern abad ini menjadi gagal total? Bahkan cenderung berakhir dengan teriakan, “Ah gombal banget deh lu! atau halaahh... lebay deh” dari seorang wanita. Padahal tokoh pria di dalam film, tips-tips majalah, dan lirik-lirik lagu bahkan di dunia animasi berhasil mendapatkan wanita yang mereka inginkan. Poin apa yang luput dari pemikiran lo?
Begini, sebagian besar cowo gak paham betul dan masa bodoh akan arti sesungguhnya dari ‘romantis’ itu sendiri. Dan sudah hukumnya apabila kita enggak ngerti makna sebenarnya akan sesuatu, kita juga nggak tahu mekanisme dan cara melakukannya dengan benar.
Dan meskipun lo menguasai sesuatu tanpa mengerti betul (otodidak), pengetahuan lo pun tetap akan mudah runtuh, tersesat, bahkan mentok! Karena lo nggak dilandasi dengan pondasi yang kuat. Lo nggak tahu apa dan kenapa salah lo..
Gue mempelajari romantisme secara akademis. Dan gue betul-betul ingin meluruskan pandangan lo tentang arti dari ‘romantisme’, sekaligus memberikan solusinya sesuai dengan apa yang telah gue pelajari.
Gue janji nggak akan menguliahi lo dengan sejarah dan falsafah romantisme, tapi gue bakal kasih lo definisi umum yang sederhana tentang romantisme yang sudah selayaknya lo ketahui.
Romantisme itu sendiri adalah cara atau kiat-kiat seseorang untuk mengekspresikan perasaan tertarik dan kekaguman (cinta) pada lawan jenis yang diminatinya. Orang-orang timur-tengah dan bangsa eropa pada abad pertengahan adalah pionir romantisme.. Di zaman dahulu, mereka menunjukkan ketertarikan dengan bunga, puisi, kata-kata manis, bahkan pengorbanan nyawa.
Hingga akhirnya, cara ini telah menjadi tren dan budaya di seluruh dunia untuk mengungkapkan cinta.. sampai sekarang!
Namun modernisasi telah mengubah wajah romantisme secara drastis. Ketika aksi-aksi romantis tadi jadi mudah didapat dengan ‘harga’ yang murah dan tidak lagi berseni, maka romantisme kuno dituntut untuk menyesuaikan diri dengan budaya modern.
Hal tersebut menyebabkan romantisme terbagi menjadi dua kubu yang bertentangan, yaitu:
, Aksi romantisme kuno, yang masih mengandalkan cara- cara yang cenderung berhasil di zaman dahulu, dan akhirnya berakhir dengan nama “GOMBAL“ atau “SOK ROMANTIS“.
Coba lo pikirkan dengan seksama. Dewasa ini, cap ROMANTIS otomatis menempel pada aksi pengungkapan rasa suka yang dianggap tulus, kreatif, dan berhasil ‘menawan’ hati target. Melelehkannya seperti coklat panas dan terasa begitu membuai. Sebaliknya, Cap GOMBAL akan menempel pada sejumlah aksi yang gagal ‘menawan’ hati. Dianggap nggak tulus dan merayu belaka. Aksi yang terlihat trying too hard untuk mendapatkan perhatian dari targetnya.
Aneh banget, yakan? Suatu hal dibedakan dari tulus dan nggaknya.
Dengan kata lain, selama ini lo dan ribuan cowo lain berpikir bahwa lo akan berhasil mendapatkan cewe kalo lo melakukan aksi romantis dengan TULUS! Padahalkan udah jelas suatu ketulusan nggak punya alat ukur pastinya. Siapa sih yang tahu kalo lo tulus atau nggak?
Diferensiasi psiko-kultural ini sangat menarik dan membingungkan di saat yang bersamaan. Sehingga orang yang melakukannya cenderung tersesat. Ini adalah sebuah pembagian yang sangat tipis, gak kasat mata, namun hasilnya sangat jauh berbeda.
Lo suka dengan seorang cewe, lo berhubungan sama dia, dan lo ngerasa ingin menunjukkan rasa suka lo sama dia. Nggak tahu apa yang harus lo lakukan untuk menarik hatinya, maka lo hanya bisa memakai cara-cara yang berhasil dalam film atau ide-ide kreatif sahabat lo (yang sebenarnya juga jomblo semua).
Jadi lo ngebuktiin cinta tulus lo lewat kado boneka Teddy Bear lucu yang di lehernya dikalungi sebuah cincin yang lo berikan jam 12 malam tepat di hari ulang tahun dia.
Terus si cewe cuma menatap lo dengan wajah heran. Lalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Dia menerima kado lo, dan seketika itu lo bilaang, “Aku sayang kamu.. Boleh gak aku jadi cowo kamu?”
Si cewe lalu berpikir keras, mengerahkan seluruh kekuatannya dan perasaan nggak enaknya untuk menjawab, “Aduh makasih bangeet! Aku gak nyangka.. Tapi sorry ya, aku gak bisa.. Aku lebih nyaman jadi temen aja, kamu terlalu baik buat aku..”
Kalimat diatas bisa gue translasikan ke Bahasa Indonesia menjadi, “Najis.. Lebay! Gombal banget, siih! Tapi bagus juga sih boneka sama cincinnya.. tapi gimana yah? Gue gak tertarik sama lu..”
Atau lo merekam sekumpulan lagu yang melambangkan perasaan lo sama si cewe di youtube atau di Gadget lo, memberikannya dengan perasaan harap-harap- cemas. Lo tulus setulus- tulusnya. Dalam cover song tersebut lo bahkan merajut puisi:
“Dialah orang yang telah membuatku jatuh-bangun. Dialah orang yang membuat hidupku manis. Dialah pujaan hatiku, dambaanku selama ini. Dialah akhir penantianku. Dialah.. Kamu..“
Puisi diatas adalah puisi tertulus yang pernah ada. Tapi, malah mendapat cap GOMBAL bin LEBAY dan si cewe menjadi Ilfeel berat. Padahal lo udah tulus! Kenapa lo malah gagal? Kalo lo seringkali gagal dalam melakukan aksi romantis, gue gak bakal nyalahin lo. Tapi gue juga gak akan ngebiarin lo semakin terjerumus. Ini hanyalah akibat kesalah pahaman lo mengenai romantisme yang selalu memaksa lo untuk terus mengandalkan cara-cara lama yang udah usang.
Lo masih bisa bangkit lagi.
Nah, bagaimana caranya untuk menjadi cowo romantis yang sesungguhnya yang nggak akan dicap sebagai cowo Gombal Sok Romantis?
Sob, banyak cowo salah kaprah dan berpikir kalo yang namanya romantis itu adalah soal kata-kata manis merayu penuh pujian dan memberikan kado istimewa. Padahal bukan itu sama sekali!
Cowo Romantis sesungguhnya mengandalkan