By: Aygo Ba'aysyah Mon, 10-Feb-14
Berbagai versi menyebutkan di tempat mana di planet bumi ini Nabi Adam turun dari Surga. Bermacam orang dan agama banyak yang berpendapat beda. Lantas jangan dijadikan suatu permasalahan perbedaan itu. Toh kita semua pun juga tak tahu sejelasnya dimana Nabi Adam turun. Mengingat sumber-sumber, bahkan dari Al-Qur'an pun sengaja memberikan keterangan yang sedikit. Barangkali biar manusia yang berpikir dan berakal bisa mencari sendiri dengan kekuatan mereka.
Ada yang bilang jika Nenek moyang kita itu Diturunkan di Srilanka, di bukit shafa dan marwa, ada juga yang percaya beliau diturunkan di belanda, skandinavia, di india dan masih banyak pendapat berbeda lainnya.
Saya disini juga akan mengkaitkan dari apa yang telah saya pelajari tentang keberadaan turunnya Nabi Adam, semoga artikel saya ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan, lalu dapat memaklumi bila ada hal yang kurang nyaman di hati. memang banyak yang meyakini bahwa Nabi Adam pertama kali turun di Srilanka. Apalagi disana terdapat bekas jejak tapak kaki besar yang berada di gunung Sri pada. Yang dinamakan “Adam Peak“ yang dipercayai sebagai tapak kaki Nabi Adam.
The Adam Peak ini terletak kira-kira 7359 kaki diatas permukaan laut, bukan hanya sebagian islam dan agama kristen yang mempercayai, bahkan Budha dan Hindu juga percaya “The Adam Peak“ memiliki kesan sebagai tapak kaki Buddha dan Dewa Shiva ( Hindhu ). Tapi kalau saya juga boleh berpendapat. Masih ada hal yang terasa kurang untuk ikut juga meyakini. Memang banyak orang percaya bahwa Nabi Adam itu adalah manusia raksasa. Bahkan suatu terjemahan hadist yang pernah saya baca pun juga berkata demikian. Tapi yang masih menimbulkan pertanyaan buat saya adalah ketika saya juga membaca suatu artikel bahwa Nabi Adam Diturunkan di India. Bukannya saya menentang pendapat bila Adam Peak di Srilanka bukanlah jejak Nabi Adam, Lalu adakah hubungannya, antara Nabi Adam, Adam Peak di Srilanka, bahkan Ramayana itu sendiri?
Dan dibawah ini adalah yang saya dapatkan dari pertanyaan pertanyaan saya selama ini. dalam Ramayana dikisahkan Bahwa Raja Rama bersama pasukan perang akan bertolak dari Ayodhya ( india kuno ) menuju negeri Alengka guna menyelamatkan Devi Sitha yang diculik raja Ravana.
Lalu adakah kaitannya Ramayana dengan Adam Peak di srilanka? Barangkali jika kamu juga pernah tau cerita pewayangan. Raja Ravana atau Rahwana ( Jawa ) itu bertubuh raksasa yang menguasai kerajaan “Alengkadiraja“. Dan saya sendiri mulai meyakini bahwa negeri Alengka itu adalah Srilanka yang ada sekarang. Yang membuat saya tambah yakin adalah: jika Ayodhya adalah bagian di India sekarang berarti antara India dan Srilanka dipisahkan lautan. jadi lewat mana dan melalui apa pasukan Rama pergi menyerbu Raja Ravana pemimpin negeri Alengka?
Diceritakan juga bahwa dalam keberangkatan raja rama bertempur, sang rama memerintahkan sebagian pasukan yaitu ras manusia kera yang sudah punah sekarang, untuk membangun jembatan menyeberangi laut yang menghubungkan antara Ayodhya dan Alengka guna sebagai jalan pasukan Rama untuk memudahkan perjalanan pasukannya menyerbu Alengka. Jembatan tersebut dinamakan Situbandha.
Jika benar Ayodhya di India dan Alengka itu Srilanka. Maka hal mencengangkan akan terjadi. Ternyata jembatan itu memang ada, jembatan yang ada peneliti mengatakan bahwa garis yang menghubungkan India-Srilanka itu bukanlah terjadi oleh alam tapi ada yang membuatnya. mengingat jembatan itu terdiri atas bebatuan yang ditumpuk secara tertata. Bahkan ada yang menyatakan kalau jembatan itu berusia lebih dari sejuta tahun! Itulah yang dinamakan "Rama Bridge" atau "Adam Bridge". Yang saya pun juga yakin bahwa itu jembatan “Situbandha“, dimana sekarang sudah terendam air laut pasca peninggian air laut. Tapi masih Jelas terlihat dari permukaan. Sekarang mari kita hubungkan antara Adam Peak ( tapak adam ) di Srilanka dan kisah Raja Ravana si ras manusia raksasa dari Lanka ( Alengka ).
Menurut saya pribadi, bahwa dugaan tapak kaki Adam di Srilanka itu bukanlah tapak Nabi Adam. Melainkan tapak Ras manusia Raksasa seperti raja Ravana. Jadi di bumi manakah Nabi Adam diturunkan? Saat ini saya cenderung memihak pendapat bahwa Sang Nabi diturunkan di INDIA, sedang Hawa terpisah dengan Nabi Adam dan diturunkan di JEDDAH.
Yang membuat tertarik adalah saat saya membaca salah satu artikel ternama yang mungkin bersumber dari suatu hadist. Dikatakan bahwa Turunnya Nabi Adam adalah di India, di daerah “Serendib”. Secara gamblang disebutkan seperti itu. Namun ada beberapa artikel bersumber mungkin dari hadist juga mengatakan, bahwa sebelum Mereka diturunkan ke bumi. Tidak ada emas disana lalu setelah Nabi Adam dan Hawa turun, Tuhan mulai perintahkan bumi untuk memproses pembuatan emas, sebagai peralatan dan mahar pernikahan anak cucu mereka. Lalu Nabi Adam bertempat di tanah yang subur.
Banyak terdapat gunung berapi dan terdiri dari dua musim, inipun juga artikel yang pernah saya baca dimana asalnya dari sumber terpercaya juga. Beberapa keterangan diatas, sedikitnya sudah membantu dalam kita mencari. Tapi dari keterangan-keterangan itu juga timbul masalah masalah baru. Salah satu contoh permasalahan itu adalah, jika memang Nabi Adam itu berada di India, lalu wilayah manakah Serendib yang disebutkan di atas tadi??.
Barangkali itu adalah kota india kuno yang sekarang telah diubah namanya. Jika benar daerah ”Serendib” oleh Tuhan Disengaja sebagai kode agar manusia mau berfikir dan mencari, maka rasanya Tuhan tidak akan Menghilangkan jejak melainkan Mensamarkannya saja.
Diketahui di India yang sekarang, tidak ada daerah yang bernama Serendib. Kalau begitu, mungkinkah daerah Serendib berada Di India kuno?? Dari sini saya akan mulai mencoba Insyaallah mengungkap misteri ini. Pernahkah kamu dengar tentang negeri Atlantis??? Yaitu kisah yang ditulis oleh filsuf yunani kuno “Plato“. Mitos Atlantis ialah cerita penuh fantasi dimana manusia sudah mencapai puncak peradabannya sebelum banjir besar meluluh lantahkan negeri hebat itu. Mitos "Atlantis" dari masa kuno itu secara ironis mulai dicari kebenarannya. Banyak para peneliti yakin, kalau dahulu benua "Atlantis" memang ada. Puncak dari keyakinan orang itu adalah, saat ahli nuklir berkebangsaan Brazil, Prof. Arysio Santos menyatakan sudah puluhan tahun mencari Atlantis dan menemukannya sesuai dengan kriteria yang diungkap Plato mengenai Atlantis. Bahwasanya Benua Atlantis yang hilang itu bukan berada di sekitaran “Eropa atau Amerika“, seperti kata peneliti peneliti sebelumnya. Tapi Benua Atlantis berada di Asia ! Tepatnya disepanjang antara “India-Indonesia“ !.
Indonesia dan India diyakini dulu daratannya bersatu sebelum bencana memisahkannya. Makanya Indonesia juga dikatakan sebagai India Kuno, bahkan sampai saat ini, Ketika masih dalam penjajahan Belanda pun, Negeri ini pernah dinamakan “Hindia-Belanda“, sebelum akhirnya berganti menjadi "Indonesia" sampai sekarang. Malah ada yang percaya bahwa kata “INDONESIA“ berasal dari kata “INDIAN-EAST-ASIA“ atau bangsa India Asia Timur !! jadi kalau wilayah Serendib tempat Nabi Adam turun tidak ditemukan di India yang sekarang??. Maka marilah kita cari di India ”Asia Timur Kuno” yaitu “INDONESIA“.
Barangkali kita pun juga tidak pernah mendengar daerah Serendib di Indonesia. Memang tidak ada, lalu apa yang kita cari disini? Sekarang sudah tidak ada , tapi belum tentu juga dahulu tidak pernah ada. Sebenarnya Serendib bukan Evolusi dari kata Ceylon atau Sri lanka. Tapi Serendib lebih condong ke kata Swarnadwipa, yaitu pulau Sumatera zaman kuno. Evolusi kata bisa saja terjadi, karena beda suku atau ras manusia, ketika bertanya, maka kadang beda pula telinga dan lidah menangkap dan menyampaikannya akan beda pula, biarpun tujuannya sama, begitulah kiranya. Seperti kata “Ereb“ ( Matahari Tenggelam ). Lalu berubah menjadi “Eropa“.
Perhatikan antara “Serendib dan Swarnadwipa“, maka rasanya kita memang boleh menyamakannya. “Swarnadwipa/Sumatera/Pulau Emas“, barangkali oleh lidah orang arab lebih akrab dinamakan Serendib. Jadi di Sumatera kah Nenek Moyang manusia turun pertama kali? “Swarnadwipa/Serendib“ itu berasal dari bahasa sangsakerta: “Swarnadwipa“ yang berarti “Pulau Emas“. Dahulunya Sumatera, Kalimantan dan Jawa adalah bersatu, memiliki tanah subur, tenang, nyaman, sejuk nan damai, karena gunung berapinya banyak, dan itulah yang membuat subur. Konon ada peneliti bilang, jika tanah pulau jawa dikelola sebaik mungkin, maka tanah jawa akan mampu menumbuhkan setiap jenis tumbuhan diplanet bumi ini. Indonesia terletak di garis ekuator yang membuat suhu hangat, karena matahari bersinar sepanjang tahun dan menjadikan indonesia memiliki dua musim.
Barangkali disinilah jawaban misteri tempat Nabi Adam itu. Sebuah negeri yang Diberkahi Tuhan dengan segala kekayaannya. Jika Nabi Adam turun di India, kenapa mayoritas penduduknya Hindu? Jika Nabi Adam ada di Srilanka, kenapa mayoritas penduduknya Budha? Nabi Adam mencari Hawa lalu menemukannya di Jeddah ( Jeddah yang juga mengandung arti: Nenek ) mereka di karuniai keturunan yang banyak, dan disuatu Ketika saya percaya Nabi Adam mengajak, Hawa, dan anak-anaknya kembali ke tempat Nabi Adam turun pertama kali. disana Anak anak Mereka Di ajari Ilmu Tauhid, yaitu mengajak manusia hanya menyembah Pada Tuhan Yang Esa, yakni Allah S.W.T, dari sinilah Islam pun berkembang pesat , dan menjadikan Indonesia bukan hanya Diberkahi Allah dengan Kekayaan Alam yang tanpa Bandingnya, tapi Allah juga Memberkahi INDONESIA sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbanyak di Jagat Semesta Raya yang penduduknya hidup dalam damai saling berdampingan tanpa memandang RAS, Agama Atau Suku.
Demikianlah akhir artikel ini. Sudah sepatutnya kita sebagai manusia yang saling menghargai saudaranya satu sama lain untuk bisa memaafkan, Manusia memanglah tidak pernah sempurna. Dan Semoga Allah S.W.T mengampuni segala kekeliruan kita selama ini , dan semoga pula artikel ini bermanfaat untuk dapat kita renungkan kembali. Aamiin